Belajar Jalan Yuk!

Setiap anak pastinya memilki kemampuan yang berbeda.  Sebagai orangtua tentunya jangan terlalu memaksa tetapi bukan berarti juga tidak mau peduli sama sekali.  Ada banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan kemampuan anak baik secara fisik maupun mental.

Menjelang tahun pertama, si kecil mulai belajar berdiri, rambatan dan kemudian berjalan.  Suatu rangkaian proses yang tidak mudah, karena pasti membutuhkan banyak energi dan konsentrasi.  Untuk itu, orangtua haruslah mempersiapkan segala kebutuhan anak agar ia dapat tumbuh dengan optimal.

Sebelum mulai berlatih berjalan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

  1. Perhatikan kondisi anak, apakah si kecil sudah bisa berdiri dengan sempurna.  Lihat posisi kaki, jika sudah bisa menopang tubuh pasti akan tegak.
  2. Sebagai tempat awal, si kecil bisa mulai berlatih  berjalan  di dalam rumah,  oleh karena itu, orangtua harus memperhatikan benda-benda yang ada di sekeliling rumah.  Segera pindahkan benda-benda yang dapat membahayakan keselamatan bayi seperti air, gelas beling, vas bunga dan sebagainya.
  3. Tidak perlu menggunakan baby walker, karena tubuh si kecil akan terbiasa disangga ketika berjalan, sehingga kakinya tidak terlatih untuk menopang tubuhnya sendiri.  Orangtua bisa memegang kedua tangan bayi dengan erat, dan biarkan kaki si kecil melangkah perlahan.  Setelah terbiasa, bayi dilatih berjalan dengan hanya dipegang satu tangan.  Tahapan selanjutnya dengan perlahan orangtua bisa melepas si kecil berjalan sendiri.
  4. Jika ingin berlatih belajar di luar rumah, pergunakanlah alas kaki, sepatu sendal atau sepatu yang nyaman.  Pilih ukuran yang pas, tidak terlalu kecil atau besar, yakni kira-kira dilebihkan 2 cm dari ukuran kaki bayi.  Pilih yang ringan, karena akan memudahkan si kecil untuk melangkah tanpa beban.
  5. Perlihatkan mainan favorit si kecil untuk merangsangnya melangkah ke depan.  Pilih yang berwarna agar merangsang daya lihatnya juga.
  6. Orangtua harus terus menerus melatih si kecil berlatih berjalan dengan sabar dan penuh kasih sayang.
Advertisements
By Ely Wulandari Maulana Posted in Parenting

ASI Melimpah

Banyak ibu yang memiliki masalah mengenai kuantitas ASI yang sedikit. Tenang saja, karena setiap masalah pasti ada solusinya. Berbagi pengalamanku yang pertama kali menyusui, mudah-mudahan bermanfaat.

Semua diawali dengan niat. Jika sudah niat, maka ibu akan melakukan berbagai usaha untuk bisa menyusui, secara eksklusif tentunya.

1.    Selalu konsumsi sayur dan buah setiap hari. Banyak ibu-ibu yang baru memulai konsumsi sayuran pada saat menyusui. Padahal, pada masa kehamilan, ibu juga perlu mengkonsumsi sayur dan buah. Jadi, biasakan mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari dalam kondisi apapun.

2.    Perbanyak minum air putih. Susu dua kali sehari juga harus diminum. Ibu bisa mengkombinasikan varian rasa agar tidak bosan.

3.    Makan harus teratur dan mengandung gizi yang seimbang.

4.    Pikiran juga harus tenang. Biasanya pasca melahirkan adalah masa-masa peralihan yang cukup sulit. Perlu pendamping yang bisa menenangkan ibu dan juga memeberikan rasa aman.

5.    Istirahat yang cukup. Jika bayi tidur, usahakan ibu juga beristirahat.

6.    Pada masa kehamilan, bersihkan puting susu. Tarik ke arah luar perlahan. Urut payudara perlahan dengan gerakan melingkar bergantian kanan dan kiri. Gerakan tersebut untuk mempersiapkan payudara agar lancar memproduksi ASI.

7.    Susui bayi sesering mungkin. Ini adalah kunci utama ASI ibu melimpah. Makin sering ibu menyusui, makin banyak ASI yang keluar.

8.    Jangan mudah menyerah, jika bayi tidak mau menghisap. Pihak rumah sakit akan langsung memmberikan susu formula di hari pertama bayi, tanpa menanyakan ke ibu. Sangat memprihatinkan. Maka ibu harus waspada. Pilih rumah sakit yang anti susu formula. Kalaupun sudah terlanjur diberikan oleh pihak rumah sakit, tidak usah dilanjutkan di rumah. Usahakan untuk tidak memberikan susu formula di hari-hari pertama menyusui. Selama bayi dalam kondisi sehat, lanjutkan proses melatih bayi menyusui.

9.    Susui bayi bergantian kanan dan kiri. Ibu bisa memperkirakan waktunya agar seimbang. Bentuk payudara ibu juga akan seimbang, tidak besar sebelah.

 

 

 

By Ely Wulandari Maulana Posted in Parenting

ASI Perah

Ibu yang bekerja bukan alasan pemberian ASI dihentikan. Ada banyak cara untuk memberikan ASi kepada bayi. ASI perah adalah cara yang bisa dilakukan ibu untuk tetap memberikan ASI kepada bayi. Bukan Cuma katanya, tapi ini pengalaman pribadi. Repot? Iyalah. Tapi ga sebanding dengan manfaatnya. Dengan persiapan tentunya semua akan berjalan lancar.

Persiapan Memerah Susu:

Persiapkan peralatan berupa gelas atau botol susu yang sudah steril. Untuk menampung susu yang diperas, gelas atau botol beling lebih aman dibandingkan botol plastik. Tidak perlu mengunakan alat pemerah susu, karena memerah menggunakan tangan lebih efektif. Selain tidak perlu mengeluarkan uang, ibu bisa memerah kapan saja sesuai dengan kebutuhan.

Latihan memerah sebaiknya harus mulai dilatih sebulan sebulan sebelum ibu mulai kembali bekerja. Lumayan kan buat persediaan bayi. ASI bisa bertahan lama jika diletakkan dengan cara dan tempat yang tepat.

Tempat memerah juga harus harus bersih dan tenang. Usahakan jauh dari keramaian. Jangan sampai ibu menjadi stress gara-gara tempat yang tidak nyaman. Itu bisa menghambat kelancaran ASI. Rekan kantor juga pasti mengerti dan mendukung.

Latihan Memerah Susu:

Bersihkan tangan.

Letakkan gelas atau botol dibawah areola (daerah di sekitar putting yang berwarna kecoklatan).

Letakkan ibu jari di areola atas dan telunjuk di areola bawah. Tekan perlahan. Ulangi gerakan menekan hingga ASI keluar.

Lakukan bergantian (kanan dan kiri payudara).

Untuk hari-hari pertama, ASI yang keluar mungkin sedikit. Tidak usah khawatir. Terus berlatih. Practice makes perfect.

 

 

 

 

By Ely Wulandari Maulana Posted in Parenting

ASI VS Formula

Susu formula yang beredar di pasaran memang menawarkan berbagai kandungan yang dibutuhkan bayi.  Dengan penampilannya yang putih kental, berbeda dengan tampilan ASI yang tidak sebagus formula.  Namun apakah ibu sudah bisa membandingkan dengan baik manfaat yang dikandung ASI dan formula.

1.     ASI mudah diserap bayi.  Rasio Whei dengan Casein merupakan salah satu keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi. ASI mengandung whey lebih banyak yaitu 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap. Sedangkan pada susu sapi mempunyai perbandingan Whey :Casein adalah 20 : 80, sehingga tidak mudah diserap

2.     Melatih indera pengecap bayi.  Dengan menghisap payudara, koordinasi syaraf menelan, menghisap dan bernafas yang terjadi pada bayi baru lahir dapat lebih sempurna.

3.     Meningkatkan IQ.  Penelitian menunjukkan bahwa IQ pada bayi yang diberi ASI memiliki IQ point 4.3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8.3 point lebih tinggi pada usia 8.5 tahun, dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI.

4.     Mengurangi resiko diare. Botol yang kurang bersih dicuci akan menyebabkan diare. Penyakit yang bisa mengancam keselamatan bayi. ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi. Immunoglobulin A (Ig.A) dalam kolostrum atau ASI kadarnya cukup tinggi. Sekretori Ig.A tidak diserap tetapi dapat melumpuhkan bakteri patogen E. coli dan berbagai virus pada saluran pencernaan.

5.     Free of charge.  Ibu tidak perlu membayar untuk menyusui. Uang yang ada bisa dipergunakan untuk keperluan yang lain. Biaya yang dikeluarkan mencapai ratusan ribu perbulan. Jumlah uang yang tidak sedikit untuk pengeluaran susu dan perlengkapannya. Kalau yang gratis lebih unggul, buat apa bayar. Iya kan?

 

By Ely Wulandari Maulana Posted in Parenting

Kandungan ASI

Wah bocor nih….  malem-malem terjaga dari tidur, karena baju basah.  pindah ah tidurnya…  ga lama, ko basah lagi ya…  pas di liat, ko ga ada yang bocor.  trus ko yang basah cuma bagian atasnya.  trus, aromanya beda dengan air biasa. apaan ya?  hehehehee…., ternyata cairannya berasal dari payudara.   Bingung deh, ko dah keluar susu ya, padahal kandungan baru berusia 5 bulan.  Alhamdulillah, mudah-mudahan pertanda baik agar bisa menyusui dengan kandungan ASI melimpah.

Kenapa sih ibu harus punya niat menyusui?  Sudah kodrat perempuan (Ini jawaban orangtua).  Tapi sebenarnya lebih dari itu.  ASI memiliki kandungan yang the best lah.

Kandungan ASI antara lain:

1.    Mengandung Kolostrum yang berfungsi:

2.    Sebagai zat yang melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare.

3.    Membantu mengeluarkan mekonium yaitu kotoran bayi yang pertama berwarna hitam kehijauan.

4.    Mengandung protein, vitamin A yang tinggi dan mengandung karbohidrat dan lemak rendah, sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran.

5.    Mengandung Taurin, DHA dan AA yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi.

6.    Taurin adalah sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak. Percobaan pada binatang menunjukkan bahwa defisiensi taurin akan berakibat terjadinya gangguan pada retina mata.

7.    Decosahexanoic Acid (DHA) dan Arachidonic Acid (AA) adalah asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk/disintesa dari substansi pembentuknya (precursor) yaitu masing-masing dari Omega 3 (asam linolenat) dan Omega 6 (asam linoleat).

8.    Mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara Whei dan Casein yang sesuai untuk bayi.

Based on the data above, ASI adalah makanan dan minuman yang paling sempurna untuk bayi.  Buat apa kita beli formula yang mahal, kalau yang gratis (ASI, ga perlu beli kan) ternyata yang terbaik.

Ibu pintar pasti akan selalu memberikan yang terbaik untuk buah hatinya.  Selamat menyusui…..

 

 

By Ely Wulandari Maulana Posted in Parenting

Demam??

Kaka Najmi panas…  dulu sih, langsung kasih obat penurun panas.  but after reading more information (berbagai sumber),  ga jadi deh minum obatnya. banyak perbedaan cara pengobatan yang dahulu dan sekarang.  Makanya harus sering baca dan banyak nanya biar dapet info yang akurat dan terpercaya.  Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, khususnya di bidang kesehatan, tentunya diharapkan akan adanya perbaikan. 

Pernah baca mengenai cara menangani anak yang panas, tapi ko beda ya dengan cara penanganan dokter.  Saat kaka panas, masa kata bu dokter harus kompres pake air dingin.  Padahal kan harusnya dikompres pakai air hangat.  Heran deh.  apa dokternya ga gaul ya, sehingga ga mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan. Apa aja sih yang harusnya diketahui orangtua mengenai perbedaan pendapat medis itu?

katanya: kompres harus dengan air dingin, air es, atau alkohol, faktanya: kompres harus dengan air hangat,

 katanya: kalau bayi panas, ga boleh mandi, faktanya: bayi tetap harus mandi dengan air hangat.  bayi yang tidak mau dikompres dengan air hangat, sebaiknya direndam dalam air hangat.

katanya: jika bayi panas, harus memakai pakaian tebal dan hangat, faktanya: baju tebal dan hangat akan menyebabkan suhu tubuh semakin panas.  pakaian bayi harus dibuka agar terjadi penguapan.

Pokonya orangtua harus selektif deh.  Hati-hati memilih dokter, jangan sampe dapet dokter yang ga gaul.

By Ely Wulandari Maulana Posted in Parenting

Alpukat

 

Kaka Najmi seneng banget makan buah yang satu ini.  Sempet hawatir karena kandungan lemaknya yang banyak.  Ternyata kandungan lemak dalam alpukat sangat baik untuk kesehatan, karena termasuk dalam lemak sehat.  Bahkan lemak tersebut dapat membantu menambah kadar kolesterol baik dan menurunkan kadar kolestorol jahat di dalam tubuh.  Karena mengandung betakaroten, klorofil, dan vitamin B kompleks, alpukat juga dapat menekan resiko stroke dan serangan jantung. Vitamin A, C, dan E, zat besi dan protein juga terkandung di dalam buah hijau yang gurih, sehingga sangat bagus untuk kesehatan kulit dan rambut.  Dengan kadar kaliumnya yang tinggi, bisa mencegah hipertensi, dan melancarkan peredaran darah ke jantung.  Biasanya, kalau kaka ga habis makan alpukat, sisanya ga akan dibuang.  Lumayan, masih bisa dimanfaatkan untuk masker.  Ternyata bisa melembabkan kulit muka.  Jadi, ga ada alasan untuk ga makan alpukat.  Buah enak dengan segudang manfaat.

 

By Ely Wulandari Maulana Posted in Parenting

Mengatasi bayi rewel

 

Satu bulan pertama di rumah mama, kaka Najmi rewel banget.  Suara tangisannya lumayan kenceng.  Cukuplah untuk membuat tetangga bangun.  Sangat panik tentu, karena ini pengalaman pertama mengasuh bayi.  Karena waktu itu lahirnya sesar, bekas operasinya masih sakit.  Kalau mau bergerak harus pelan-pelan.    Sekitar dua minggu pasca operasi, badan sudah mulai pulih dan stabil.  Tapi tetap harus hati-hati.  Lumayan agak ribet, tapi dengan dukungan keluarga, semua bisa dilewati. Intinya adalah persiapkan mental dengan baik.  Artinya berusaha untuk menjaga kestabilan emosi.  Biasanya kalau anak nangis, pasti semua jadi ribet, dan ujung-ujungnya jadi emosi.  Mulailah marah-marah ke anak.  Untungnya semua sudah disiapkan dengan baik.  Jadi, sudah tidak ada masalah menangani anak rewel.

 

Apa aja sih yang membuat bayi rewel?  Banyak tentunya.  Bayi sering menangis bila ia merasa tidak nyaman, diantaranya:

·         Popok bayi basah

·         Bayi mengantuk.

·         Bayi lapar

·         Bayi sakit

·         Bayi kepanasan

 

Tidak usah khawatir or panik.   Ada banyak cara untuk mengatasinya.  Ikuti saja petunjuk berikut ini:

·         Periksa popok bayi.  Bayi cenderung akan gelisah bila popoknya basah.  Segera ganti dan jangan lupa untuk membersihkannya terlebih dahulu sebelum mengenakan popok yang baru.

·         Pastikan suhu ruang tidak terlalu dingin atau terlalu panas.  Kulit bayi sangat sensitif terhadap perubahan suhu.  Jika suhu terlalu panas, sebaiknya tanggalkan pakaiannya atau bayi hanya mengenakan singlet saja.  Jika terlalu dingin, ganti pakaian bayi dengan baju hangat dan kaus kaki.  Oleskan minyak kayu putih dan selimuti bayi.

·         Kebutuhan makan dan minum bayi juga harus terpenuhi.  Segera susui, jangan sampai bayi merasa lapar atau haus.

·         Berikan pelukan yang hangat pada bayi.  Pelukan bisa memberikan rasa nyaman pada bayi.   Pelukan juga bisa menetralkan suhu bayi yang tidak stabil.

·         Mengusap punggung bayi juga bisa mengurangi tangisan.   Sentuhan kasih sayang akan membuat bayi merasa nyaman.

·         Ajak bayi jalan-jalan agar bayi juga bisa mendapat udara yang lebih segar.  Bayi akan merasa lebih tenang jika digendong atau bisa juga dengan naik kereta dorong.

·         Jika bayi mengeluarkan banyak keringat dan badannya lengket, sebaiknya mandikan agar bayi merasa lebih segar.

·         Dengarkan nyanyian atau lagu yang berirama lembut.  Jika anda muslim, juga bisa menggunakan murotal alquran.

·         Yang terakhir hanyalah lakukan semuanya dengan penuh rasa cinta dan kesabaran.

 

Makanan bayi

Pemberian makanan haruslah disesuaikan dengan umur bayi.

 

 

0 – 6 bulan

Makanan yang dibutuhkan bayi pada usia sampai dengan enam bulan hanyalah ASI. Tidak perlu makanan atau minuman pendamping lain. ASI sangat baik bagi bayi karena mengandung zat-zat yang sangat penting yang dapat membentuk daya tahan tubuh. Biasanya, banyak ibu baru yang membuang ASI pertama mereka, padahal justru ASI pertama yang berwarna bening sangat penting untuk bayi karena mengandung zat anti bodi yang sangat berguna untuk pelindung tubuh si bayi dari berbagai macam penyakit.

 

 

 

6 – 12 bulan

Setelah usia 6 bulan, ASI hanya memenuhi sekitar 60-70% kebutuhan gizi bayi. Jadi, bayi mulai membutuhkan makanan pendamping ASI (MP-ASI). Makanan padat pertama bayi adalah jenis makanan yang memiliki tekstur yang sangat lembut, yaitu berupa bubur atau buah yang diblender dan disaring. Pemberian makanan ini dimulai dalam bentuk yang encer dan jumlahnya sedikit, kemudian secara bertahap, makanan dikentalkan dan ditambah porsinya.

Pemilihan peralatan makan bayi juga harus diperhatikan. Pilih bahan yang aman bagi bayi. Hindari bahan-bahan yang mengandung kimia, yang berbahaya bagi bayi.

Perkenalkan satu jenis makanan secara bertahap. Lihat kondisi bayi setelah makan satu bahan makanan tertentu setelah satu atau dua hari. Jika kondisi bayi baik-baik saja, artinya bayi sudah bisa mengkonsumsi bahan makanan tersebut. Kemudian ibu bisa melanjutkan untuk memperkenalkan bahan makanan yang lain. Menu makanan bayi bisa bervariatif. Ibu bisa mengkombinasikan bahan makanan untuk memperkenalkan variasi rasa yang berbeda. Misalnya campuran pepaya dan mangga, atau campuran pisang dan apel, dan yang lainnya. Hindari buah yang memiliki rasa asam, agar tidak mengganggu saluran pencernaan bayi.

Suapi bayi secara bertahap. Bayi sudah siap untuk makan jika ia mau membuka mulut ketika disuapi. Membujuk bayi untuk makan boleh dilakukan, namun tidak boleh memaksa, karena bisa menyebabkan bayi trauma dan mogok makan.

Setelah melalui masa perkenalan, bayi sudah bisa diberikan tim saring. Ibu harus bisa memilih bahan-bahan tambahan untuk tim saring. Ibu bisa menambahkan sumber protein lain seperti daging, ayam, hati, tahu, atau tempe. Selain itu juga masukkan sayur-sayuran seperti wortel, bayam, dan yang lainnya sebagai sumber vitamin. Semua bahan makanan yang diberikan harus bertahap.

 

By Ely Wulandari Maulana Posted in Parenting

Ayo Mandi!

Memandikan Bayi

 

Sudah punya anak, tapi tidak pernah memandikan bayi?  Katanya sih tidak bisa.  Masa sih? Ga bisa atau ga mau bisa.  Padahal memandikan bayi itu sangat mudah.  Aku sendiri sudah bisa memandikan bayi sebelum menikah.  Biasalah, mama yang ajarin.  Tadinya Cuma coba-coba.  Kaka Nabila, my adopted daughter, yang jadi korbannya.  Waktu itu dia masih berumur 5 hari.  Tali pusatnya pun belum puput.  Tapi karena mama yang suruh, dan di bawah pengawasan ketatnya, maka mulailah memandikan.  Sebelumnya sudah sering liat mama mandiin bayi, sering tanya pula teorinya.  Jadi tidak terlalu sulit.  Harus ada persiapan dan juga harus hati=hati.  Juga yang ga kalah penting adalah rileks dan ga panik.

Apa saja yang harus dipersiapkan sebelum memandikan bayi:

 

1.      Perlengkapan mandi:

  • Air hangat
  • Bak mandi
  • Sampo
  • Sabun
  • Handuk

 2.      Perlengkapan pakaian:

  • Pakaian dan popok bayi
  • Baby oil
  • Baby hair lotion
  • Minyak telon or kayu putih
  • Kain kasa dan alkohol (kalau belum puput)

Bagaimana caranya?  Gampang.  Ikuti petunjuk berikut ini:

  •  Persiapkan dua buah bak, 1 bak untuk mandi, dan 1 lagi untuk air bilasan.  Jika air yang digunakan hanya satu bak, maka sisa-sisa sabun masih menempel di kulit bayi. 
  • Sesuaikan suhu air dengan kondisi bayi.  2 minggu pertama bayi mandi air hangat.  Setelah itu, coba untuk mencampur air dinginnya lebih banyak.  Sampai akhirnya, di awal bulan pertama, bayi bisa mandi dengan air dingin tanpa dicampur air panas.  Satu minggu pertama, bayi akan menangis karena airnya dingin.  Tidak usah khawatir,  karena hari-hari selanjutnya, ia akan terbiasa. 
  • Jika bayi belum puput, tidak perlu membuka balutan kain kasa, karena akan lepas sendiri pada saat mandi.
  • Sambil digendong, basuh kepala bayi, pijat kepala bayi dengan lembut menggunakan sampo, kemudian bilas.  Letakkan bayi perlahan ke dalam bak mandi. Basuh dengan air.  Usapkan sabun keseluruh badan bayi, mulai dari sela-sela jari tangan, lipatan leher, ketiak dan badan.  Perlahan, balik badan bayi, tengkurapkan bayi dengan ditopang lengan ibu.  Usapkan sabun ke punggung dan pantat.  Basuh dengan air.  Angkat bayi, dan letakkan di bak kedua.  Bilas hingga bersih. 
  • Lap dengan handuk yang lembut.
  • Setelah kering, oleskan baby oil di daerah lipatan. Biasanya bedak agak ngebul, hawatir akan terhisap  bayi, lebih baik tidak digunakan.
  • Oleskan minyak telon atau minyak kayu putih ke perut, dada, punggung, dan telapak kaki untuk memberikan rasa hangat.
  • Kenakan pakaian yang bersih. 
  • Oleskan hair lotion agar rambutnya wangi.
  • Jika bayi belum puput, jangan lupa untuk menggunakan kain kasa yang dibasahi alkohol, kemudian dibalutkan di tali pusat bayi.

 So, ga ada kata ga bisa.  Semua orang pasti bisa, selama ia mau berusaha.  Selamat mencoba ya!